Saya baru sadar bahwa hari ini adalah Hari Wanita Internasional ketika melihat sebuah video ilustrasi karikatur di halaman depan google dot com.

Lantas saya teringat dengan sosok Marissa Anita. Seorang jurnalis dan aktris profesional dari Indonesia. Saya pertama kali tahu beliau dari sepak terjangnya dari acara Indonesia Morning Show di NET TV.

Paras cantik serta artikulasi mewartakan berita yang khas membuat saya untuk menaruh perhatian lebih kepada beliau. Dulu saya pernah mengikuti Instagram beliau di tahun 2017 atau 2018 namun tiba-tiba akun Instagram beliau tutup.

Hingga suatu ketika muncul video berjudul Puasa Media Sosial yang dibuat oleh Marissa Anita pada Mei 2019.

Dari video tersebut saya mendapat kesimpulan bahwa Marissa telah menarik diri dari dunia media sosial termasuk Instagram dan mendapatkan sebuah fokus lebih pada dirinya untuk mengerjakan hal-hal lain yang ia suka atau bermalas-malasan tanpa peduli dengan dunia media sosial.

Sikap dari Marissa dan video di atas memberi pengaruh pada diri saya dan membulatkan tekad menutup akun Instagram pada Oktober 2019. Saya tidak menyesali keputusan saya saat itu karena setelahnya saya benar-benar nyaman dan tidak perlu ambil pusing dengan kejadian di luar sana.

Menjelang akhir tahun 2020 saya menutup akun Facebook dan tidak merasakan efek samping serta ketergantungan dengan Facebook.

Dua hari lalu, saya mengambil sebuah langkah yang bisa dibilang ekstrim yakni melakukan unfollow ke semua akun Twitter yang saya ikuti.

Hal ini didasari setelah menonton video berjudul Kenapa Marissa Anita Tidak Ada Media Sosial Lagi? Temukan Jawabannya Bersama Dave Hendrik!

Apa dampak setelah melakukan un-follow akun-akun yang saya ikuti? Timeline saya bersih dan cuma ada saya saja di sana. :)

Walaupun saya tidak mengikuti akun-akun tersebut bukan berarti hubungan kita terputus. Itu salah besar!

Keakraban, kedekatan dan rasa hormat dengan seseorang tidak bisa diukur dengan following di media sosial.

Sekarang saya menemukan sebuah perspektif bahwa media sosial adalah tempat saya untuk memamerkan hasil eksperimen atau pekerjaan yang saya lakukan.

Sebagai penutup, saya ingin berterima kasih kepada Marissa Anita yang sudah berani mengambil sebuah langkah kecil (menutup media sosial) untuk mendapatkan sebuah benefit (fokus dan atensi) yang sangat besar di jaman ini.